My Life My Story
Jumat, 11 April 2014
KAU TAK SENDIRI....
Part 1
Dia saudaraku, adikku.
Sering kali mendengar tawa kecutnya, ada sesuatu yang menancap di dadaku. Tetapi Dia... Dia... dihadapanku seolah tak pernah terjadi apapun. Dia tetap Dia. Menyimpan semuanya sendiri. Kesedihannya, kepiluannya, dan kemalangannya, hanya di baginya bersama-MU. Katanya,
"Dia-lah Tuhanku, tempatku berbagi dan tempatku mengadu."
Suatu malam, ia bercerita,
"Aku sedih, aku kacau, mereka bersenang-senang; tertawa penuh kesombongan, dan Aku... seperti hilang diantara mereka (keluarga). Kadang aku bertanya, AKU SIAPA? mengapa aku tak terlihat di mata mereka."
Tangisku pecah malam itu, aku bisa merasakan apa yang dirasakannya, kesepian, ditengah-tengah orang yang bersikap angkuh. Uraian airmataku tak sebanding dengan kesepiannya, ku coba menghiburnya dengan bercerita tentang ayah yang telah tiada. Ia tersenyum, sekali lagi aku tak ingin melukainya dengan cerita tentang sesosok pria yang tak pernah di panggilnya. Lalu, kutanya,
"Apa kau merindukan ayah?"
"Iya, tentu, yuk, aku merindukannya, bahkan sebelum aku sempat memanggilnya AYAH."
Aku menangis. Lalu kutanya, siapa lagi yang kau rindukan?"
Iya menjawab, "Nenek." Alasan yang tak perlu kutanyakan. Mengapa ia merindukan nenek, nenek satu-satunya keluarga yang sangat menyayanginya. Tetapi AYAH dan NENEK orang-orang yang tak ada disampingnya. Ia meridukan orang-orang menyayanginya, memperhatikannya tanpa menyakitinya. Dan saat ini, semua orang yang berada disekelilingnya tanpa ragu menyakiti perasaannya, tanpa tahu apa yang tengah dirasakannya.
"Dinda, ingat satuhal, KAU TAK SENDIRI!"
Palembang, 11 April 2014.
Kamis, 13 Februari 2014
Phrase of Love
Shandi memberikan bungkusan itu kepada Tiara. "Sepatu!" Tiara Diam. Bungkusan itu berisi sepatu berwarna merah. Shandi memberikan sepatu itu bukan tanpa makna. Lalu didalam kotak itu terselip sebuah surat.
Sayangku Tiara ...
Tak ada hari yang tak seindah hari ini. Bukan karena valentine day. Melainkan kau selalu ada didekatku. Sepatu. Kenapa aku memberimu sepasang sepatu? karena sepatu memiliki pasangannya, diibaratkan aku dan kamu. Aku tanpa kamu akan berjalan pincang--tak kan sempurna--sama halnya dengan sepatu itu. Merah. Kenapa aku memilih warna merah ? karena kita terhubung oleh benang merah. Tiara ... aku ingin kita tetap bersama seperti sepasang sepatu berwarna merah, yang selalu terikat dalam benang merah.
Tiara memandang Shandi penuh haru. Tiara tak menyangka Sandhi seromantis itu. Kemudian Shandi berlutut dan menyodorkan kotak yang berisi cincin. Lalu berkata, "Mutiara ku ... jadilah bagian dari hidupku?" Tiara tanpa berpikir atau mempertimbangkannya lagi, ia menerima ketulusan hati Shandi.
***
Sayangku Tiara ...
Tak ada hari yang tak seindah hari ini. Bukan karena valentine day. Melainkan kau selalu ada didekatku. Sepatu. Kenapa aku memberimu sepasang sepatu? karena sepatu memiliki pasangannya, diibaratkan aku dan kamu. Aku tanpa kamu akan berjalan pincang--tak kan sempurna--sama halnya dengan sepatu itu. Merah. Kenapa aku memilih warna merah ? karena kita terhubung oleh benang merah. Tiara ... aku ingin kita tetap bersama seperti sepasang sepatu berwarna merah, yang selalu terikat dalam benang merah.
Tiara memandang Shandi penuh haru. Tiara tak menyangka Sandhi seromantis itu. Kemudian Shandi berlutut dan menyodorkan kotak yang berisi cincin. Lalu berkata, "Mutiara ku ... jadilah bagian dari hidupku?" Tiara tanpa berpikir atau mempertimbangkannya lagi, ia menerima ketulusan hati Shandi.
***
Minggu, 12 Januari 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

