Minggu, 12 Januari 2014
FF BIGBANG
Fansfiction BIG BANG "HARU-HARU"
(G-Dragon vs TOP)
Siang itu, GD tak dapat menghubungi kekasihnya Ming Yong. GD bermaksud menemui Ming Yong ditempat kerjanya. Dijalan GD bertemu Daesung dan Seungri.
"Kau mau kemana? Kau tak bersama TOP?" tanya Suengri.
"Tidak. Sepulang latihan tadi kami berpisah dijalan. Katanya ia mau bertemu seseorang. Samapai detika ini aku belum melihatnya." jawab GD.
Mereka bertiga bertanya keberadaan TOP. Dari gang yang terpisah Daesung melihat Taeyang sendirian.
"Whats up, brother?" sambut GD ramah yang disertai Daesung dan Seungri.
"Taeyang, kau melihat TOP?" tanya GD.
"Tidak. Aku kira TOP bersama kalian. Coba hubungi ponselnya." kata Taeyang.
"Tidak aktif." ujar Daesung.
"GD, kau bilang dia menemui seseorang. Siapa? Namja, yoeja?" tanya Taeyang bersemangat.
"Entahlah. TOP tak bilang."
Mereka terus bertanya-tanya dimana keberdaan TOP. Tiba-tiba Taeyang melihat TOP di gang yang baru saja mereka lintasi.
"Ooo... itu TOP, tetapi dia bersama siapa? Wow... chingguyoeja?"
Mereka berempat mendekati TOP, tetapi alangkah terkejutnya mereka saat melihat gadis yang bersama TOP. Gadis itu Ming Yong, kekasih GD. Yang lebih menakutkan lagi TOP memegang kedua tangan Ming Young. GD geram, marah. Ia berlari mendekati TOP yang saat itu bersama Ming Yong.
"Apa yang kau lakukan?" GD mendorong TOP.
"Kau sudah melihatnya, aku tak akan mengelak. Kami saling mencintai." jawab TOP. Semua tercengang mendengar pengakuan TOP.
"Apa kau bilang? Kau sudah gila, kau tak punya otak. Dia kekasihku, kau tahu aku mencintainya."
"Lalu, aku tak boleh mencintainya. Kau bukan apa-apa, kau sering menyakitinya, kau tak bisa membuatnya bahagia."
"Apa kau bilang?"
GD mendorong dan memukul TOP hingga terjatuh. TOP secepatnya bangkit, dan balik menyerang GD. Perkelahian pun tak bisa terelakkan lagi. GD dan TOP sling serang. Ini untuk yang pertama kalinya mereka berkelahi. Mereka berdua sangat dekat, melebihi sekedar berteman, mereka sudah seperti saudara. Daesung, Taeyang, dan Seungri tau itu.
Taeyang melerai TOP, sedangkan Seungri dan Deasung melerai GD.
"GD, hentikan. Kita akhiri saja. Aku menyukai TOP." ucap Ming Yong.
GD semakin marah, ia merasa dipermainkan sahabat dan kekasihnya.
"Baiklah jika itu keputusanmu. Kita akhiri, semoga kau bahagia. Aku minta jangan menangis diam-diam lagi?" pesan GD kepada Ming yong.
"Dan kau. Jaga dia, jangan sakiti dia. Satuhal lagi pertemanan kita berakhir."
GD pergi meninggalkan mereka berdua, disusul yang lainnya. Taeyang, Daesung, dan Seungri ikut menyalahkan TOP. Walaupun begitu mereka juga tak bisa meninggalkan TOP, karena TOP sahabat mereka. Tapi untuk saat ini mereka harus menghibur GD, sebab dia yang paling terluka. GD sakit hati. Ia menghabiskan hari-harinya minum-minuman keras.
Taeyang, Daesung, dan Seungri membantu GD untuk bangkit. Seungri mengajak GD pergi ke kafe, tetapi lagi-lagi diparkiran kafe. GD melihat TOP dan Ming Yong berdua didalam mobil, seperti disengaja TOP merangkul Ming Yong. GD lagi-lagi kesal melihat mereka berdua. GD keluar dari dalam mobil Seungri. Ia berlari kearah mobil TOP dan menghantam mobil TOP dengan kedua tangannya.
KEPRAKKK...
Ming Yong gemetar, ia takut terjadi sesuatu. TOP mencoba menenagkan Ming Yong.
"Kita sudah melangkah terlalu jauh. Kau yang memintaku, aku akan pastikan ini akan berkakhir. Walau resikonya aku kehilangan teman. Bertahanlah." ujar TOP.
"Maaf ini semua salahku." Ming Yong menangis dipelukan TOP.
GD hancur, ia semakin tak terkendali. GD hanya mengurung diri didalam kamar sambil minum-minuman keras. Dan malam itu GD sudah kehilangan akal sehatnya. GD mengamuk didalam kamar. Ia membanting barang yang ada didalam kamarnya. Daesung dan Seungri tak tahan melihat semua itu, betapa hancurnya GD. Daesung mencoba menghubungi TOP, tetapi tak ada jawaban. Lalu Daesung menghubungi Taeyang dan benar saat ini Taeyang bersama TOP.
Taeyang menceritakan semua penjelasan TOP tentang kondisi cinta segitiga TOP, Ming Yong, dan GD. Daesung terkejut mendengar penjelasan Taeyang. Taeyang meminta agar Daesung jangan memberitahu GD terlebih dahulu, ini permintaan Ming Yong. Daesung mengajak Seungri menemui Taeyang.
"Kita mau kemana?" tanya Seungri.
"Ikut saja. Nanti dijalan kuceritakan. Kita temui Taeyang dan TOP dirumah sakit."
"Rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Seungri penasaran.
Daesung tak menjawab. Ia lalu menarik Seungri yang terus bertanya.
"Daesung, GD bagamana?"
"Jangan dipikirkan, GD bisa menjaga dirinya sendiri, Ia tak akan bertingkah konyol. Ada yang lebih penting. Ayo!"
Seungri tak banyak bertanya lagi. Dijalan Seungri hanya diam, menunggu hal penting yang dimaksud Daesung. Daesung memarkirkan mobilnya didepan rumah sakit. Daesung berlari memasuki rumah sakit yang disertai Seungri. Didepan sebuah kamar VIP, Daesung berhenti. Ia membuka pintu perlahan. Dilihatnya TOP dan Taeyang duduk dekat seorang pasien wanita.
"Ming Yong ssi," panggil Daesung.
Ming yong menoleh. "Hai!"
Ming Yong tersenyum dihadapan Daesung danSeungri.
"Apa yang terjadi, TOP, Taeyang, Daesaung... tolong jelaskan situasi ini?" pinta Seungri.
TOP berdiri mendekati Seungri, sedangkan Daesung sudah diberitahu Taeyang.
"Mianhe, sudah membawa kalian disituasi serumit ini." ucap TOP.
"TOP, apa yang terjadi?"
"Seungri, Ming Yong sakit kanker otak, umurnya sudah tak lama lagi. Ia memintaku untuk pura-pura menjadi selingkuhannya, agar GD mau melepaskannya. Ming Yong tak ingin GD tahu tentang keadaannya, ia takut GD akan bersedih dan terluka. Jadi aku menyetujui permainan ini. Maafkan aku?"
"Jangan minta maaf padaku. Apa kau tak melihat keadaan GD saat ini. Dia terlihat menyedihkan."
"Arae. Akan minta maaf padanya."
Mendengar itu semua Taeyang tak sanggup lagi, ia menghubungi GD.
GD merasa hidupnya sudah benar-benar hancur. Wanita yang dicintainya menghianatinya, yang lebih menyakitkan lagi ia mendua bersama TOP teman baiknya. GD menangis mengingat betapa bahagianya saat mereka bersama-sama. Itu terlalu manis untuk diingat karena terlalu manis GD semakin terluka. Setelah berkali-kali ponselnya berdering, akhirnya GD mengangkat ponselnya. GD mendengar Taeyang terisak. Teyang menceritakan semuanya, GD terkejut mendengar cerita Taeyang. GD berlari menuju rumah sakit. Ia menangis saat mendengar Ming Yong akan menjalani operasi. GD tak ingin terlambat, ia ingin bertemu Ming Yong.
Sesampainya dirumah sakit. Ia sudah terlambat, Ming Yong sudah berada diruang operasi. GD perlahan mendekati ruang operasi yang masih tertutup. TOP melihat GD, ia mencoba mendekati GD, tetapi GD mengacuhkannya.
"Mianheatae, kau jangan khawatir. Ming Yong ssi, selalu mencintaimu."
TOP meminta maaf, ia menyerahkan cincin yang dititipkan Ming Yong. Cincin itu pemberian GD. Cincin itu, cincin pasangan kekasih. GD semakin bersedih melihat cincin itu, ia menggenggam cincin itu. Ia sadar Ming Yong melakukan permainan itu dengan sengaja, Ming Yong ingin GD tak terluka dana bersedih. Ming Yong ingin GD tak menangisi kepergiannya. Tetapi semua terlambat. Ming Yong tak bisa diselamatkan diruang operasi. Ming Yong pergi untuk selama-lamanya.
"Oh my girl. I cry cry your my all. Say god bye bye all my love. Don't lie lie your my all say god bye..."
***END***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

goodd mbakkk.. :D
BalasHapus